Home > News > Yang Harus Kamu Tau Tentang Makanan Cepat Saji

Yang Harus Kamu Tau Tentang Makanan Cepat Saji

Apa itu Fast food atau yang di sini biasa disebut makanan cepat saji? Nah, pasti teman-teman udah tau kan apa itu dan beda-nya dengan makanan biasa.

Untuk orang yang tinggal di kota besar di seluruh dunia, restoran yang menyajikan makanan cepat saji hampir ada di setiap sudut. Karena memang untuk teman-teman yang tinggal di kota besar makanan yang disajikan dengan cepat dan berharga murah merupakan kebutuhan dasar.

Makanan cepat saji sendiri adalah istilah untuk makanan yang dapat disajikan dengan cepat. Tapi beberapa waktu belakangan ini istilah tersebut jadi merujuk kepada makanan yang dijual di tempat atau restoran dengan persiapan yang berkualitas rendah dan dilayankan kepada pembelinya dalam bentuk paket.

Menurut sejarah, kalo di tarik mundur ke balakang, makanan cepat saji sendiri sebenarnya udah mulai diperkenalkan pada 1867 oleh Charles Feltman. Ia adalah seorang tukang daging asal Jerman yang membuka tempat penjualan Hot Dog pertamannya di Coney Island, New York.

Tapi yang mulai mempopulerkan makanan cepat saji adalah McDonald’s. Sebuah brand restoran yang sudah sangat mendunia sejak tahun 50an. Sampai sekarang brand McDonald’s adalah sebuah rantai makanan cepat saji paling besar dan paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.

Menurut data terbaru McDonald’s atau yang biasa disebut “McD” ini melayani lebih dari 68 juta kostumer dalam sehari di 119 negara dengan 36 ribu outlet lebih. Gokil, ya!

McDonald’s pertama kali didirikan oleh Richard & Maurince McDonald dengan konsep restoran drive-in pada tahun 1940. Awalnya konsep McD adalah sebuah resto barbecue. Setelah menyadari bahwa keuntungan terbesar mereka berasal dari hamburger, kedua saudara ini menutup restoran mereka selama tiga bulan dan membukanya kembali pada 1948 sebagai sebuah stan dengan menu sederhana berupa hamburger, kentang goreng, milkshake, kopi, dan Coca-Cola, yang dilayankan dalam bungkusan kertas yang langsung dibuang.

Nah, hasilnya, kedua bersaudara ini dapat memproduksi hamburger dan kentang goreng terus-menerus, tanpa menunggu pesanan pelanggan, dan menyajikannya dengan segera. Hamburger dijual seharga 15 sen, sekitar setengah harga makanan lainnya. Metode produksi singkat ini disebutnya “Sistem pelayanan kilat” (Speedee Service System) dipengaruhi oleh inovasi jalur produksi oleh Henry Ford.

Richard & Maurince McDonald
Richard & Maurince McDonald

Tapi McD sendiri sebenarnya mulai sukses setelah masuknya Roy Kroc dalam bisnis McDonald’s bersaudara. Roy Kroc, lah, yang membantu McD memebentuk konsep jualannya dangan sistem cepat saji dan mengembangkan brand-nya dengan sistem waralaba.

Roy Kroc, orang yang membesarkan McDonald's sampai ke seluruh dunia!
Roy Kroc, orang yang membesarkan McDonald’s sampai ke seluruh dunia!

Pada tahun 1955 Roy Kroc untuk pertama kalinya menjual konsep sistem waralaba (Franchise) di San Bernandino, California, Amerika Serikat. Sistem waralaba ini muncul dalam bentuk yang mirip dengan apa yang biasa kita saksikan sekarang, yaitu sebuah rancangan kerja sama yang disusun dengan seksama dan didokumentasikan secara lengkap dengan perjanjian-perjanjian mendetail antara McDonald’s dengan perusahaan yang akan beraliansi.

Jadi selama tahun 1950-an sampai tahun 1960-an, produk burger McDonald’s merupakan produk fast food yang didistribusikan dengan cara penjualan langsung dengan standar yang sudah ditetapkan Roy Kroc sebagai pemegang brand McDonald’s dan mulai menyebar tokonya ke berbagai negara bagian Amerika Serikat dan dunia.

Toko waralaba pertama McDonald's di Amerika Serikat
Toko waralaba pertama McDonald’s di Amerika Serikat
Menu dan harga McDonald's di awal buka

Mitos Tentang Makanan Cepat Saji

Ada beberapa mitos yang selama ini salah kaprah beredar dan dipercaya banyak orang. Nah, berikut HAI kasih tau mitos mengenai makanan cepat saji.

1. Fast Food Harganya Murah

Karena prosesnya pembuatannya yang cepat dan sering dijuluki junk food, namun harga makanan-makanan ini nggak semurah yang kamu bayangkan. Menurut NY Times, rata-rata McDonald yang dijual di Amerika Serikat dibanderol dengan harga sekitar 7 USD per porsi atau sekitar 80 ribu rupiah. Nah, coba bayangkan berapa uang yang harus kita keluarkan untuk mengkonsumsi makanan cepat saji. Apalagi kita membawa teman atau keluarga, cukup mahal bukan? Dengan budget yang lebih murah, kita bisa mendapatkan makanan yang lebih murah dan sehat.

2. Salad adalah Pilihan Sehat

Restoran fast food saat ini juga menyediakan pilihan menu sehat seperti salad. Akan tetapi biasanya pada satu porsi salad yang disajikan pada restoran fast food isinya mengandung begitu banyak keju, saus atau daging. Memang, menu salad jauh lebih sehat ketimbang burger atau kentang goreng yang berminyak. Namun kandungan lemak dan gula yang terkandung di dalam bumbu salad juga dapat membahayakan. Jadi kita membuat salad segar sendiri di rumah dengan kandungan yang lebih sehat.

3. Makanan Cepat Saji yang Aneh

Dari ribuan jenis makanan cepat saji yang ada di dunia, ternyata sempat ada 3 makanan cepat saji yang dianggap aneh oleh Dailymail.co.uk pada tahun 2014.

Dari bentuknya yang aneh ini belum tentu rasanya aneh. Ini adalah sebuah kreasi kuliner. Buat teman-teman yang mungkin udah pernah mencoba mungkin bisa kasih #komen ya. Nah, berikut HAI tampilkan bentuknya ya.

1. Pizza Hut Luxembourg

Pizza Hut Luxembourg
Pizza Hut Luxembourg

Di Luxembourg, sebuah produk Pizza Hut memiliki crusts yang berisi sosis gulung yang disajikan dengan celupan keju. Menu ini adalah gabungan antara starter dan main course. Menu ini dikatakan cukup sukses di negri itu. Terkesan aneh, seseorang mungkin akan bertanya apakah menu ini menu pizza atau sosis?

2. KFC Double Down King, Korea Selatan

KFC Double Down King
KFC Double Down King

KFC Korea memiliki menu Double Down King, yakni menu lapis tanpa roti. Di menu tersebut 2 ayam goreng mengapit daging sapi dan bacon yang ada di bagian tengah. Tersedia 2 jenis saus yang dapat dipilih untuk menu ini. Menu yang terkesan aneh karena begitu besar dan tampak akan sangat mengenyangkan ini cocok untuk konsumen yang merasa begitu lapar.

3. Burger King Kuro Pearl, Jepang

Kuro Pearl & Kuro Diamond
Kuro Pearl & Kuro Diamond

Kuro Pearl dan Kuro Diamond adalah 2 menu Burger King Jepang yang terlihat aneh. Lihat saja warna burger itu yang hitam pekat. Keju hitam di burger tersebut dibuat di arang bambu. Tinta cumi digunakan untuk membuat burger itu jadi hitam. Berselera untuk menyantap burger hitam nan aneh ini?

Negara Penggila Makanan Cepat Saji

Dari kamu pasti mengira negara penggila makanan cepat saji pasti Amerika Serikat, karena memang restoran makanan cepat saji awalnya berasal dari sana. Selama ini pun Amerika Serikat seringkali dijuluki sebagai negara yang mengkonsumsi makanan cepat saji tertinggi di dunia. Tingginya tingkat obesitas pada orang AS juga menjadi faktor penilaian masyarakat dunia yang menyatakan masyarakat negeri Paman Sam itu adalah penggila makanan cepat saji.

Namun, lembaga penelitian, Synovate mematahkan anggapan tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan di 12 negara dengan responden lebih dari 10.300 responden, terbukti bahwa Bulgaria lah nagara penggila fast food.

Synovate melakukan survey di 12 negara, yakni Brazil, Bulgaria, Canada, China, India, Malaysia, Belanda, Spanyol, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris, dan AS.

Softpedia, pernah melansir, 68 persen masyarakat Bulgaria merupakan penggila makanan cepat saji itu. Sedangkan AS berada di urutan kedua, di mana 44 persen masyarakatnya merupakan pecinta makanan cepat saji. Selain Bulgaria dan Amerika Serikat, urutan berikutnya adalah Malaysia dan Swedia.

Menurut Greg Chu, Vice President of Health care Synovate Amerika Utara, walaupun hasil menunjukkan AS berada di urutan kedua, tapi hal itu tetap menunjukkan bahwa AS tetap menjadi konsumen terbesar hingga beberapa waktu mendatang.

Secara keseluruhan hasil survey menyebutkan, sebanyak 5 persen responden mengaku mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari. Sedangkan 13 persen responden mengaku hanya mengonsumsi makanan cepat saji sekali dalam seminggu.

4 Jenis Makanan Cepat Saji Paling Populer di Dunia dan Asalnya

French Fries – Belgia

Makanan cepat saji yang lebih dikenal dengan sebutan kentang goreng ini berasal dari Belgia. Potongan-potongan kentang digoreng dalam minyak goreng panas dan diberi sedikit garam. Di restoran-restoran cepat saji, hidangan ini biasa dikategorikan sebagai makanan ringan. tapi nggak jarang juga dibuat sebagai pelengkap bistik, hamburger, fish and chips, serta currywurst. Kini kentang goreng telah menjadi makanan yang mendunia.

Pizza – Italia

Kalo mau dikulik kebelakang, pizza dulunya  merupakan makanan warga miskin. Dulu, pizza dijual di jalanan dan belum dianggap sebagai resep dapur terkenal. Sebelum abad ke-17, pizza hanya ditutupi saus putih. Lalu pada tahun 1843, Alexandre Dumas menambahkan minyak, keju, tomat, atau ikan sebagai pelengkap. Pada tahun 1889, sebuah pizza yang diberi nama Pizza Margherita dibuat untuk menghormati hari ulang tahun Ratu Margherita Savoy. Pizza tersebut dipenuhi tomat, keju mozzarella, dan basil untuk menggambarkan bendera Italia. Kini pizza menjadi ssalah satu makanan kesukaan banyak orang.

Burger – Amerika Serikat

Makanan cepat saji yang satu ini, meski terkenal di Amerika Serikat, sebenarnya berasal dari Jerman. Makanan ini berupa roti bundar yang diiris dua. Bagian tengah diisi dengan daging giling yang dibentuk dan dipanggang, kemudian diberi sayur-sayuran berupa selada, tomat, dan bawang bombay. Nggak lupa kadang-kadang dilengkapi dengan saus seperti mayones, saus tomat, maupun mustard. Burger lebih terkenal sebagai makanan cepat saji Amerika Serikat. Kini burger sudah banyak variannya. Dagingnya terbuat dari ikan, ayam, dan lainnya.

Fish and Chips – Inggris

Makanan ini merupakan makanan saji yang biasa disajikan bersamaan. Terbuat dari fillet ikan dan kentang goreng. Di negara asalnya, lebih banyak disebut dengan ‘chippies’. Dulunya makanan ini merupakan makan siang murah meriah yang tenar di kalangan pekerja. Di Amerika, makanan ini dilengkapi dengan kentang goreng. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan yang banyak dagingnya, lembut, dan berwarna putih, seperti ikan cod atau ikan dory. Balutan tepung menjadi penentu kelezatan ikannya.

Sumber: Hai Magazine