Home > News > Usia 29 Tahun Dianggap Usia “Keramat” Menuju Tingkat Dewasa. Apa Alasannya?

Usia 29 Tahun Dianggap Usia “Keramat” Menuju Tingkat Dewasa. Apa Alasannya?

Ada yang bilang, “Life begins at forty“, alias seseorang mencapai masa kejayaan dan benar-benar mulai hidupnya di usia 40 tahun. Banyak yang percaya di usia ini seseorang mencapai taraf kesempurnaan hidup: punya pasangan hidup, punya anak, pekerjaan sudah mapan, umumnya sudah punya tempat tinggal sendiri dan berinvestasi.

Gak ada yang salah sih dengan anggapan di atas. Untuk mencapai sebuah kesempurnaan hidup sebagai seorang dewasa, memang gak bisa dalam waktu singkat. Empat puluh tahun memang cukup panjang. Tapi, ternyata menurut studi yang dilakukan di Inggris, warga Inggris merasa dirinya utuh dan sempurna sebagai orang dewasa justru di usia 29 tahun!

Memangnya, ada apa di usia 29 tahun?

dewasa-pexelscom-ds-7e58edbd9949904d63d9c432ed4fa47c.jpg
startupstockphotos.com

Studi yang dilakukan oleh Fly Research dan dipublikasikan di The Independent, rata-rata orang Inggris merasa dirinya benar-benar menjadi sosok yang dewasa di usia 29 tahun. Penelitian ini dilakukan terhadap 2.000 warga Inggris yang berusia mulai 18 tahun ke atas. Penelitian ini menekankan pada variabel-variabel seputar kedewasaan dan kematangan seseorang.

Berdasarkan studi yang dilakukan, ternyata 10 hal yang membuat seseorang merasa menjadi orang dewasa sepenuhnya. Apa aja sih?

10 hal yang membuat seseorang merasa sudah dewasa sepenuhnya adalah …

dewasa-pexelscom-d572b5d6038af504680ff4690c0f72b0.jpeg
pexels.com

1. Membeli rumah
2. Memiliki anak
3. Menikah
4. Sudah memiliki tabungan pensiun
5. Sudah terlibat dalam hal merenovasi rumah sendiri
6. Memiliki asuransi jiwa
7. Meskipun gak hang out di malam hari, kamu gak takut dianggap gak gaul
8. Punya tabungan bersama dengan pasanganmu.
9. Membuat karya-karya DIY-mu sendiri
10. Menggelar pesta atau makan malam dan mengundang teman-temanmu.

Apa sih yang dipikirkan seseorang tentang makna kedewasaan?

dewasa-unsplashcom-5e0ab605e634a8a222c23ae10a09faea.jpg
unsplash.com

Menurut Matthew Gledhill, direktur Beagle Street, “Kedewasaan bukanlah perkara usia, melainkan tentang meraih milestones. Setiap peristiwa dalam hidup ini, pasti akan ada saatnya kita mengambil tanggung jawab menjadi dewasa. Karena kita punya orang-orang bergantung pada kita, sehingga mau tidak mau kita harus melakukannya.”

Kedewasaan memang adalah satu fase dalam hidup manusia yang tak bisa dihindari, sekalipun kita tak pernah memintanya. Di usia 5 tahun, mungkin masalah terbesar kita adalah memilih warna krayon untuk mewarnai gambar gunung. Tetapi di usia 25 tahun, 30 tahun, 25 tahun, masalah terbesar kita adalah bagaimana kita memilih ‘krayon’ untuk menggambar dan mewarnai kanvas besar hidup kita.

Gak ada yang salah dengan menjadi dewasa dan menua karena hitungan usia, tetapi tetap berjiwa muda. Tetapi saat kamu beranjak 30 tahun, yang kamu butuhkan adalah jiwa muda dan sikap dewasa, mengetahui mana prioritas dan tanggung jawab, serta meninggalkan sikap kekanak-kanakan.

Sumber: IDNTimes