Home > News > Suarakan Persaudaraan Sesama Rumpun Melayu, CEO MataAir TV didaulat Bacakan Puisi di Indonesia Internasional Book Fair.

Suarakan Persaudaraan Sesama Rumpun Melayu, CEO MataAir TV didaulat Bacakan Puisi di Indonesia Internasional Book Fair.

IKAPI tahun ini kembali menggelar Indonesia International Book Fair (IIBF). Pameran buku tahunan berskala internasional ini resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi. Mulai 28 September hingga 2 Oktober 2016, IIBF diselenggarakan di Assembly Hall JCC Senayan. Perhelatan IIBF 2016 mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Jakarta Selatan bahkan akan menyelenggarakan malam final pemilihan Abang dan None Buku tingkat Jakarta Selatan di IIBF 2016. Mengangkat tema Art and Culture di 100 acara yg akan digelar, MataAir mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu rangkaian acara didalamnya, CEO MataAir TV, Muhammad A Idris didaulat membacakan puisi melayu sebagai perwakilan dari Indonesia yang disadur dari kumpulan ontologi puisi “Redah” berjudul Cinta yang Bersimpul Mati yang ditulis oleh Asiah Sarji sejak 40 tahun silam dalam perjalanan kehidupannya.

Asiah Sarji menggambarkan bahwa isi ontologi puisi tersebut menjelaskan mengenai urgensi bela negara dalam menempatkan kecintaan terhadap tanah air sebagai harga mati dalam menjalani kehidupan, kita boleh melanglang buana kemanapun, asal identitas kita sebagai penguasa di nusantara tetap terjaga. Idris berharap di kesempatan ini, hubungan kerjasama bilateral dan multikultural antara Indonesia dan Malaysia semakin mesra dan bermartabat dalam naungan Nusantara. Kegiatan ini juga merupakan upaya menjalin kerjasama antara MataAir dengan Malaysia khususnya Universitas Malaysia Perlis karena pada akhir tahun ini, MataAir akan melaksanakan kegiatan Asean Student Journalist Backpacker ke Malaysia dan khususnya Universiti Malaysia Prilis sebagai destinasi pertama, kegiatan ini diselenggarakan sebagai inisiasi penguatan kemampuan jurnalistik dan media kreatif di kalangan pelajar.

MataAir-Red: Wachid Ervanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *