Home > News > Ridwan Kamil terima penghargaan Natamukti Nindya dari Kementerian KUKM

Ridwan Kamil terima penghargaan Natamukti Nindya dari Kementerian KUKM

Merdeka.com, Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of Small Business (ICSB) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM). Penghargaan tersebut diberikan kepada Kota Bandung karena dinilai banyak membuat inovasi dalam membangun iklim ekonomi usaha kecil menengah.

Penghargaan diserahkan langsung President ICSB Hermawan Kartawijaya kepada Ridwan Kamil pada Acara ICSB Indonesia City Award di Hotel Harris Sunset Road, Bali, Selasa (29/11) malam. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UMKM Indonesia A.A.G.N. Puspayoga beserta 41 Kota Kabupaten penerima Penghargaan dengan 4 Kategori Berbeda.

President ICSB Hermawan Kertajaya mengatakan, Pemerintah Kota Bandung dapat menjadi Sokoguru dalam peningkatan geliat UMKM bagi Kota Kabupaten di Indonesia.

“Banyak dukungan-dukungan Konkrit yang dilakukan Kota Bandung yang dilakukan bagi UMKM di daerahnya, salah satunya yang sangat menginspirasi adalah Little Bandung yang dapat mewakili UMKM di kancah Internasional,” ujar Hermawan dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung, Rabu (30/11).

Hermawan menilai UMKM merupakan cara yang terbaik menumbuhkan etos Perekonomian yang Baik di Indonesia. “Kita paham dan tahu betul sebagaimana anggota Koperasi adalah sebagian Besar adalah UMKM dan sebagaimana 80 persen Pergerakan Perekonomian di Indonesia adalah UMKM. Maka kita tidak bisa begitu saja membiarkan mereka terlantar begitu saja,” katanya.

Dia berharap dengan adanya penghargaan ICSB ini dapat memotivasi para Kepala Daerah agar lebih memperhatikan UMKM didaerahnya.

“Natamukti yang dalam sansakerta berarti Pemimpin yang Mulia diharapkan dapat memotivasi Para Kepala Daerah untuk lebih memperhatikan UMKM didaerahnya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya selalu berusaha memberikan hal yang terbaik bagi UMKM di Kota Bandung. Salah satunya melalui inovasi program yang digagas oleh Pemkot Bandung.

“Kami sebagai Pemerintah diberikan tanggungjawab untuk meningkatkan geliat UMKM dengan segenap energi yang kami miliki,” katanya .

Pria yang akrab disapa Emil ini juga menambahkan bahwa selain mendukung secara materi Pemerintah Kota Bandung juga membantu mempromosikan UMKM bukan hanya di daerah tapi hingga dunia.

“Kami telah membebaskan biaya perizinan UMKM dengan hanya harus mendaftarkan lewat Aplikasi GAMPIL (Gadget Application for Permit License) dan untuk Permodalan kami memberikan pinjaman Kredit MELATI (Melawan Rentenir) tanpa Bunga dan Tanpa Agunan bagi masyarakat,” katanya

Emil mengajak seluruh Pemerintah Kota Kabupaten di Indonesia untuk berkolaborasi mendukung UMKM di daerahnya. “Setelah kami meluncurkan GAMPIL ada 30 ribu pengusaha baru mendaftar. Ini menunjukkan betapa besar kenginan masyarakat untuk berwiraswasta. Kami juga dengan tangan terbuka mengajak dan meminta Pemerintah Kota/Kabupaten di Indonesia bila akan menitipkan Produk Unggulan UMKMnya. Bisa kita promosikan melalui Little Bandung yang sudah Go Internasional di Malaysia, Paris melalui Little Bandung Wall dan Seoul yang tidak lama lagi akan dibuka,” ujar Emil.

Menteri Koperasi dan UMKM A.A.G.N. Prayoga menambahkan, demi meningkatkan Perkembangan UMKM di Indonesia, Pemerintah Pusat sedang mengusahakan keringanan Amnesti Pajak bagi UMKM di Indonesia. “Salah satu usaha Pemerintah Pusat adalah dengan mengurangi pajak bagi UMKM menjadi 0,25 Persen dan sedang dibuat draftnya,” katanya.

Prayoga juga mengatakan, UMKM merupakan geliat wirausaha masyarakat yang perlu banyak motivasi dan dukungan. “Beberapa hal yang menjadi faktor utama sebagai pendorong UMKM adalah soft loan (pinjaman Lunak), kemudahan perizinan serta dukungan penuh pemerintah dan semua itu telah dilakukan oleh Kota Bandung dalam meningkatkan Geliat UMKM di sana,” ujar Prayoga.

Untuk diketahui, ada 41 Kota/Kabupaten di Indonesia penerima penghargaan untuk empat kategori penghargan berbeda. Kategori pertama yakni Natamukti Satria. Penghargaan ini diberikan pada 12 kota/kabupaten yang berhasil mempromosikan Kearifan Lokal dan Menciptakan Investasi UMKM di daerahnya. Kategori yang kedua yakni Natamukti Reswara. Penghargaan ini diberikan kepada 5 kota/kabupaten yang berhasil mendukung daya saing Produk Lokal UMKM di daerahnya. Kategori ketiga yakni Natamukti Pranata. Penghargaan ini diberikan kepada 21 kota/kabupaten yang berhasil menciptakan ekosistem UMKM yang baik di daerahnya. Sementara Natamukti Nindya bagi 3 kota/kabupaten yang berhasil mewujudkan seluruh kategori di daerahnya.

(FF/DR)
Sumber: Merdeka