Home > Publication > Feature > Menjadi Muslim di Inggris (1)

Menjadi Muslim di Inggris (1)

Di tengah pergolakan umat Islam di Negara Islam di timur tengah yang menjadi sorotan dunia akhir akhir ini, ternyata menimbulkan fakta baru di belahan dunia lain. Di Eropa misalnya, tak bisa dipungkiri bahwa arus migrasi negara-negara Arab ke Eropa menjadi titik tolak bagaimana Islam dapat berkembang di Eropa, hal ini sungguh sangat mencengangkan. Sebagian para ahli meyakini bahwa penaklukan Eropa bukanlah dengan jalan peperangan namun dapat berlangsung dengan damai dan tanpa disadari. Dalam beberapa dekade terakhir hingga beberapa puluh tahun kedepan muslim akan mendominasi Eropa, artinya di negara-negara Eropa mayoritas penduduknya beragama Islam.

Festival Muslim Pertama yang baru baru ini direncanakan dihelat di  Malden yang notabene berada di jantung kota Inggris, tepatnya di Inggris Raya. Acara yang dinamakan Muslim Fest tersebut akan berlangsung pada tanggal 25 September di City Hall Plaza di Malden, Massachusetts.  Direktur Muslim Fest Mohammad Shadid  mengatakan festival ini dimaksudkan untuk merayakan keragaman komunitas Muslim dan menciptakan kesadaran yang lebih besar pada warisan budaya yang ada. “Budaya dan citra Muslim telah terdistorsi oleh politisi dan para teroris yang tidak mewakili Islam sama sekali,” ujar Mohammad Shadid seperti dilansir Cbslocal.com (18/9).

Hal ini menjadi bagian dari fakta empiris pertumbuhan muslim di Inggris setelah sebelumnya masjid yang menjadi  pusat kegiatan umat Islam di Inggris kembali diresmikan, umat agama lain selain umat Islam ikut merayakan hari jadi Masjid Aylesbury berbarengan dengan kegiatan family funday di sebuah rumah di Havelock Street, Aylesbury, Inggris. Di kawasan ini, terdapat sekitar ribuan penduduk dengan latar belakang agama dan warna kulit yang berbeda dan mereka merayakan bersama perayaan ini seolah tak ada perbedaan diantara mereka.

Peristiwa terbaru yang bisa kita lihat bahwa baru-baru ini seorang muslim Sadiq Aman Khan terpilih menjadi wali kota Muslim pertama di London, hal ini menunjukkan bahwa Muslim dapat diterima di negara Eropa. Menurut kantor berita BBC, populasi Muslim di Inggris terus bertambah sekitar 0,63 persen setiap tahunnya.  Komunitas Muslim di Inggris didominasi oleh pendatang dari luar Negara Inggris, terutama Asia Selatan (khususnya Bangladesh, Pakistan, dan India) atau keturunan imigran dari wilayah itu. Di samping Asia Selatan menyusul kemudian, Timur Tengah, Afghanistan, Malaysia, dan Somalia. Ada juga yang berasal dari negara-negara Afrika, seperti Nigeria, Uganda, dan Sierra Leone.

Kelompok terbesar tunggal Muslim di Inggris dan Wales adalah keturunan Pakistan. Pakistan dari Mirpur District adalah salah satu komunitas Muslim pertama yang secara permanen menetap di Inggris, tiba di Birmingham dan Bradford pada akhir 1930-an.  Sementara itu, orang-orang keturunan Bangladesh juga merupakan komunitas Muslim terbesar kedua setelah Pakistan. Sebanyak 16,8 persen dari Muslim di Inggris dan Wales adalah keturunan Bangladesh.

Ada  juga sejumlah imigran Muslim di Inggris yang tiba dari Nigeria. Muslim Nigeria di Inggris diwakili oleh beberapa organisasi masyarakat, termasuk forum Nigeria Muslim yang berafiliasi dengan Dewan Nigeria Muslim di Inggris dan Irlandia (CNMO) dan Dewan Muslim Inggris (MCB), yang pada Februari kemarin menghelat program Visit My Mosque Day dan diikuti lebih dari 80 Masjid di Negara Inggris. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas muslim di Inggris menggambarkan bahwa wajah keramahan Islam senantiasa menyuguhkan suasana kehidupan yang harmonis di mana pun muslim berada dan menjadi kunci awal penerimaaan Islam di Eropa pada umumnya dan di Inggris pada khususnya. Sensus terakhir menyebutkan, pemeluk Islam di Inggris berada di kisaran 2,7 juta orang atau sekitar 4,5% dari total penduduk Inggris.

 

MataAir-Red: Wachid Ervanto