Home > News > Mahasiswi Demo, Pemerintah Valencia, Spanyol Larang Kampus Membuat Aturan Pelarangan Penggunaan Hijab

Mahasiswi Demo, Pemerintah Valencia, Spanyol Larang Kampus Membuat Aturan Pelarangan Penggunaan Hijab

Jakarta, MataAir.tv- Angin segar tengah berhembus ke arah muslim Valensia, Spanyol setelah pemerintah resmi membatalkan larangan penggunaan hijab ke kampus, Rabo, 5/10/2016

Pemerintah setempat membatalkan peraturan larangan penggunaan hijab di area kampus ini setelah melihat reaksi publik dan berdikusi dengan berbagai kalangan untuk mengkaji larangan tersebut.

Isu tentang pelarangan hijab menghangat setelah kejadian seorang mahasiswi muslim bernama Takwa Rajeb (22) diusir dari kelas oleh dosennya saat kuliah berlangsung.  Seperti yang dilansir dailysabah.com, Rejeb menolak untuk melepas hijabnya karena hijab merupakan identitasnya sebagai muslimah dan seharusnya diberikan kebebasan untuk memakainya.

“Ini adalah situasi yang mengejutkan bahwa saya tidak pernah berpikir saya akan harus melalui. Saya orang pertama yang menentang pengenaan peraturan ini, tapi inilah pilihan saya dan saya bangga akan hal itu” tegasnya

Sekolah Tinggi Benlliure, Valencia tempat kuliah Takwa Rejeb kemudian mendapatkan teguran dari pemerintah setempat. Namun hal ini kemudian ditanggapi oleh pihak kampus yang mengatakan bahwa perizinan penggunaan hijab di area kampus sudah ada sejak 2009. Pihaknya juga mengatakan bahwa dosen yang melarang penggunaan hijab berarti tidak bias menjalankan peraturan.

“”Berita ini telah membuat saya bahagia. Ini perubahan kecil yang berpengaruh besar bagi Muslimah. Ini adalah langkah kecil ke depan sehingga kita bisa menjadi diri kita sendiri,” kata Rejeb akhir September lalu dikutip Islamic Life, Rabu (5/10).”