Home > News > KH Aziz Hakim Syaerozi: BPUN Media Strategis Untuk Menembus PTN

KH Aziz Hakim Syaerozi: BPUN Media Strategis Untuk Menembus PTN

Mataair.tv, Cirebon–IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Yayasan Mata Air Jakarta menggelar Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN). Rabu (26/4), kegiatan tahunan ini dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi di aula Aswaja Centre Gebang, Kabupaten Cirebon.

Hadir dalam pembukaan sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU), jajaran PC IPNU-IPPNU, perwakilan Yayasan Mata Air, tokoh masyarakat, dan para peserta BPUN.

Manajer BPUN Wilayah Cirebon, Ikfal Al Fazri dalam kesempatan itu menyampaikan, BPUN memberikan bimbingan gratis selama dua minggu. Pesertanya adalah siswa kelas XII dari berbagai sekolah, khususnya yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Selain membahas berbagai soal persiapan seleksi perguruan tinggi (PT), kegiatan juga berisi penanaman nilai-nilai religius pesantren, pengetahuan cintai tanah air, dan nilai-nilai keaswajaan.

“Kegiatan ini membantu siswa agar bisa dengan mudah mengerjakan soal ujian masuk sejumlah kampus bonafid. Selama ini Yayasan Mata Air mengawal proses masuk ke kampus UGM, UI, ITB, dan ITS,” papar penguru PC IPNU Kabupaten Cirebon itu seraya mengatakan, yang lulus memungkinkan untuk menerima beasiswa.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi dalam sambutannya mengatakan, BPUN adalah media yang strategis untuk masuk perguruan tinggi. Ia mengapresiasi kreativitas IPNU-IPPNU dan Mata Air sehingga terwujudnya kegiatan ini.

Menurutnya, pelajar khususnya anggota IPNU dan IPPNU harus mampu bersaing dan pantang menyerah. Ia berharap dari proses BPUN melahirkan pemimpin berkualitas di masa depan.

“Semoga bimbingan BPUN ini menciptakan pelajar yang mampu menjadi pemimpin di masa depan,” tandas Pembina Pondok Pesantren Assalafie Babakan, Ciwaringin, Cirebon itu.

Sementara itu MWC NU Kecamatan Gebang yang diwakili Casiwan mengatakan, pelajar jangan sampai terjerumus dalam kelompok atau organisasi yang memang bertentangan dengan Pancasila. Terutama mereka yang ingin mendirikan khilafah. (*)

(Abdul Bari/Cirebon+.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *