Home > News > Keunikan Dan Kemeriahan Tahun Baru Hijriyah 1438 Dari Berbagai Penjuru Dunia

Keunikan Dan Kemeriahan Tahun Baru Hijriyah 1438 Dari Berbagai Penjuru Dunia

Oleh: Hasyim Habiby

Jakarta, MataAir.tv- Setelah larut dalam kemeriahan perayaan tahun baru hijriyah 1438 tadi malam, langit Jakarta pagi ini cerah, hal yang sama terjadi di Ibu kota Pakistan, Islamabad. Tak hanya itu di Abi Dabi, Uni Emirat Arab pagi ini langit cerah menyambut aktifitas penduduk kota yang sedang menghabiskan olahraga ringan.

Walaupun berbeda cara perayaan dan berbagai ritualnya, semarak tahun baru hijriyah tahun ini sangat terasa. Seperti di Jakarta misalnya, para penduduk kota turun ke jalan berkovoi dengan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Mereka bersuka cita sepanjang konvoi. Tak hanya itu di daerah padat penduduk misalnya, para jamaah masjid dan mushola turun ke jalan memenuhi jalan-jalan dan gang-gang sempit pinggiran ibu kota.

Amir, salah satu pemimpin rombongan konvoi yang memulai dari titik kumpul di terminal Kampung Rambutan, mengatakan umat Islam harus bersyukur atas nikmat malam tahun baru hijriyah 1438 ini dengan memperbanyak memohon ampun atas kesalahan dan kekurangan di tahun lalu sekaligus memohon doa agar diberi keberkahan di tahun baru ini.

“Sebelumnya kami berkumpul di Masjid, Sholat berjamaah  lalu Istighosah bersama” tuturnya, Sabtu, 01 Oktober 2016

Hal yang sama terjadi di Islamabad, Pakistan. Menurut situs The Times of Islamabad, 1 Muharram jatuh pada 2 Oktober 2016. Di Pakistan tahun baru Islam dikenal dengan nama “Nawroos” yang berarti hari baru. Masyarakat di perkotaan seperti Karachi, Islamabad dan Lahore merayakan tahun baru Islam dengan berbondong-bondong ke Masjid untuk mengadakan doa bersama. Jika di Indonesia berarak-arakan menggunakan Obor, di Pakistan sendiri menyalakan api unggun dan mengitarinya. Ritual ini sebagai simbol sekaligus harapan bahwa api yang membakar kayu seperti halnya perilaku kebaikan yang akan mengikis keburukan.

Sedikit berbeda dengan kota-kota besar di Pakistan, masyarakat pinggiran seperti provinsi Chitral yang merupakan daerah pegunungan, masyarakat Chitral memilih memanen anggur dan kacang kenari  lalu kemudian membawanya ke masjid untuk dimakaan setelah doa bersama.

Tak jauh berbeda  terjadi di Uni Emirat Arab. Menurut situs officeholidays.com masyarakat disana melakukan perayaan dengan berbagai ragam aktifitas dan ritual seperti, menyanyi lagu-lagu Islam, bersholawat, dan berdzikir bersama. Keunikan tersendiri dari masyarakat Sunni dan Syiah merayakan tahun baru dengan menggunakan pakaian tradisional untuk berkumpul bersama keluarga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *