Home > News > INSPIRASI PAGI BERSAMA KANG EMIL DI KBRI SEOUL : PERUBAHAN YANG DIIMAJINASIKAN

INSPIRASI PAGI BERSAMA KANG EMIL DI KBRI SEOUL : PERUBAHAN YANG DIIMAJINASIKAN

Pak Wali Kota Bandung yang sering disapa ‘Kang Emil’ menyempatkan diri untuk berbagi ide, inspirasi dan pengalamannya kepada beberapa WNI di KBRI Seoul di sela-sela kunjungan kerjanya ke Korea Selatan. Beliau mengatakan bahwa perubahan itu harus dijemput, bukan ditunggu. Untuk itu kita harus senantiasa proaktif dalam mencari berbagai kesempatan. Beliau pergi ke Korea Selatan dalam rangka menandatangani MoU Kerjasama antara Bandung dan Seoul dalam beberapa bidang, seperti ekonomi perkotaan, perencanaan kota, transportasi perkotaan, dan e-government. Selain itu beliau juga memanfaatkan kunjungan ini untuk penjajagan lokasi pendirian ‘Little Bandung’ di Korea Selatan, setelah beberapa pekan lalu sukses meresmikan Little Bandung di beberapa kota di Malaysia.

Sedikit cerita mengenai Little Bandung, Kang Emil mengatakan bahwa ide tersebut didapatkan beberapa tahun lalu saat berada di pesawat garuda, hal tersebut berangkat dari kegelisahan beliau selama 17 tahun berkelana di dunia internasional, masih sangat jarang menemukan restoran, produk ataupun brand Indonesia. Tidak seperti produk Cina, Jepang, Korea, Amerika yang bisa kita ditemui dimana-mana. Oleh karena itu, beliau mencoba berimajinasi untuk bisa memasarkan produk-produk Indonesia untuk bisa Go-Internasional, saat itu terpikirlah program Little Bandung. Kang Emil mengatakan bahwa idealnya Little Bandung tersebut berupa kafe atau oulet yang selain menjual makanan khas Bandung, juga memasarkan produk-produk kreatif asli Bandung yang tentunya kualitasnya sudah terstandarisasi. Harapannya terobosan ini juga dapat menginspirasi kota-kota lainnya di Indonesia untuk dapat sama-sama memasarkan produk-produk daerahnya di kancah internasional.

Selain untuk memperkenalkan produk Indonesia, hal ini juga dapat membantu meningkatkan kemandirian perekonomian di daerahnya dan merangsang kreativitas masyarakatnya.Dalam hal ini beliau menekankan pentingnya sebuah imajinasi. ‘Never Underestimate the power of imagination to create miracle’. Iya memang benar, kecanggihan teknologi dan perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia saat ini adalah hasil dari imajinasi seseorang atau sekelompok orang. Saya pikir, Kang Emil adalah salah satu contoh pemimpin yang mampu berimajinasi dan melakukan perubahan besar khususnya di Kota Bandung. Beliau ingin menjadikan Kota Bandung seperti Singapura yang sangat kompetitif tapi juga tetap kental akan kebudayaan daerahnya seperti Bali. Kemudian juga masyarakatnya dibentengi dengan 4 pendidikan karakter atau sering disebut dengan Bandung Masagi, yaitu : cinta agama, jaga budaya, bela negara, dan cinta lingkungan.

Berbicara mengenai pemimpin, dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Disadari atau tidak, setiap insan di dunia mempunyai amanah yang dia emban yang mesti dia pimpin dengan bijak, seminimalnya diri kita sendiri. Karena setiap sel dalam tubuh kita mempunyai hak yang harus kita penuhi. Terlebih lagi sebagai seorang ayah yang harus memimpin keluarganya, seorang wali kota yang harus memimpin warga kota, juga presiden yang harus memimpin negaranya. Jika dikaitkan dengan pepatah Ki Hajar Dewantoro “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, seorang pemimpin harus mampu membimbing, memberikan dorongan dan suri tauladan yang baik bagi warganya. Kang Emil mengakatakan bahwa seorang pemimpin tidak bisa hanya berdiam di kantor, memberi keputusan dan menunggu hasil. Mereka harus langsung terjun ke lapangan. Ibaratnya sebuah pasukan, seorang pemimpin sebaiknya berada di tengah-tengah pasukan. Mendorong garda depan supaya kuat dan tidak melenceng dan juga menuntun pasukan dibelakangnya jikalau ada yang ketinggalan. Beliau juga bilang bahwa pemimpin itu bisa diibaratkan sebagai akumulasi dari keputusan, kualitas keputusan yang dia ambil menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Oleh karena itu, seorang pemimpin juga harus mempunyai tingkat kecerdasan dan kebijaksanaan di atas rata-rata.Akhir kata, Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baik (manusia) di antara kamu adalah (manusia) yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. Untuk itu, berimajinasilah, buat perubahan dan tebarlah kebermanfaatan sebanyak-banyaknya.

Seoul, 7 Oktober 2016

Fuad Azminuddin

(Mahasiswa Master di UST, Korea)