Home > News > Desa Ini Punya Tangga Rotan Ekstrim Setinggi 800 Meter Dilewati Anak Sekolah, Curam Bikin Mrinding

Desa Ini Punya Tangga Rotan Ekstrim Setinggi 800 Meter Dilewati Anak Sekolah, Curam Bikin Mrinding

TRIBUNTRAVEL.COM – Desa May adalah sebuah desa kecil dipinggir tebing di Provinsi Sichuan.

Desa tersebut dihuni hanya 72 kepala keluarga.

Komunikasi di sana adalah hal yang susah karena sulit mendapatkan signal.

Beberapa waktu lalu desa ini berhasil menggemparkan netizen karena lintasannya yang begitu ekstrim.

Bagaimana tidak, untuk menuju ke sekolah, anak-nak di desa ini harus menyusuri tebing dengan tinggi sekitar 800 meter.

Yang membuatnya makin ngeri karena tebing tersebut hanya dilengkapi dengan 17 anak tangga rotan.

Inilah jalan satu-satunya yang bisa dilalui anak sekolah sebelum menuntut ilmu.

Dengan keberadaan desa yang cukup memprihatinkan ini, pernikahan di sana disebut-sebut sebagai hal langka.

Namun, warga tak begitu memperhatikan hal tersebut.

Mereka lebih mementingkan keselamatan putra-putri mereka ketika menempuh perjalanan ke sekolah.

Perjalanan dengan tebing menyeramkan tersebut harus ditemput anak-anak sekolah 2 kali dalam sebulan.

Dimana periode sekolahnya yakni 10 hari belajar, dan 5 hari mereka mendapatkan libur.

Beruntunglah, kini tangga rotan nan berbahaya tersebut tengah diperbaiki agar layak dilewati bagi masyarakat setempat.

Bukan sebuah kereta gantung atau lift, tebing ini akan dilakukan perbaikan jalan dengan memanfaatkan tangga berbahan besi.

Tangga tersebut lebih aman daripada hanya berbahan rotan.

Dikutip TribunTravel.com dari shanghaiist, sebanyak 1.500 jeruji besi dan tangga baru sebisa mungkin siap pada bulan November 2016 mendatang.

Diharapkan, jalur ini dapat memangkas waktu tempuh kurang dari satu jam perjalanan.

Beginilah wujud dari tebing May yang cukup mencekamkan.

1. Tangga rotan yang sehari-hari dilewati anak-anak sekolah.


Foto-foto: shanghaiist.com

 

2. Tebing ini begitu curam, maka tak heran jika orangtua begiku khawatir dengan keadaan putra-putri mereka.

3. Tak hanya anak sekolah, jalur ini juga dilewati orang dewasa.

4. Begini proses pembangunan tangga besi yang diharapkan dapat mempermudah warga.

5. Seperti ini perjuangan mereka ketika meniti ilmu, bagaimana dengan kita?

6. Jika salah langkah, nyawa merekalah taruhannya.

 

Sumber: TribunTravel.com