Home > News > Cowok Ini Gigih Mengenalkan Bukittinggi, Hingga ke Malaysia

Cowok Ini Gigih Mengenalkan Bukittinggi, Hingga ke Malaysia

Tito Marselino, lulusan 2016 dari SMAN 5 Bukittinggi Sumatera Barat ini merupakan salah satu sosok yang nggak pernah bosan untuk diacungi jempol. Bagaimana nggak? Selain memiliki paras rupawan dan pembawaan yang supel, Tito ternyata menjadi salah satu Duta Wisata di Bukittingi. Tito berbagi pengalamannya mulai dari perjuangannya untuk menjadi Wakil 1 Bujang Bukittinggi hingga pengalaman menarik yang sudah ia dapatkan selama ini.

Pada awalnya, saat Tito masih duduk di bangku sekolah dasar dirinya pernah menjadi Duta Cilik Kota Bukittinggi. Kini, di bangku SMA ia semakin memiliki ketertarikan akan budaya dan pariwisata yang ada di Kota Bukittingi, Sumatera Barat.

Ia dengan senang hati menjadi tour guide untuk setiap tamu (luar negeri maupun luar kota) yang datang ke sekolahnya. Bermodalkan wawasan luas dan pengalamannya yang pernah mengunjungi berbagai tempat menarik di Bukittinggi, Tito mengajak teman barunya untuk mengenal Bukittinggi lebih dekat. Selain mudah bergaul dan berparas rupawan, Tito juga memiliki semangat juang yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semangatnya dalam mengikuti seleksi pemilihan Bujang Jo Gadih Kota Bukittinggi tahun 2015 dan 2016.

Ada yang mau dipandu sama Tito? Dia siap mengenalkan segala isi Bukittinggi
Ada yang mau dipandu sama Tito? Dia siap mengenalkan segala isi Bukittinggi

Lelaki kelahiran Pekanbaru ini juga mengatakan bahwa bakat ketertarikannya pada seni dan dunia pariwisata ternyata datang dari latar belakang keluarganya. Semua anggota keluarganya juga memiliki ketertarikan yang tinggi dibidang seni. Bahkan, tahun ini saja kakak sepupunya secara bersamaan juga dilantik sebagai Duta Wisata di Kota Padang Pariaman.

”Keberhasilannya menjadi duta wisata juga berkat dukungan dan dorongan dari orang terdekat seperti keluarga, teman, dan juga guru di SMAN 5 Bukittinggi,” kata pemilik akun IG @tito.marselino ini

Sejak mengikuti seleksi, Tito yang memang dekat dengan hampir semua guru mendapatkan banyak saran dan juga dukungan yang tak henti-hentinya di berikan. Bahkan kepala sekolah SMAN 5, Bapak Lasmit juga secara langsung menunjukkan kesetujuannya dan juga rasa bangganya atas keikutsertaannya dalam Bujang Jo Gadih. Selain itu, menjadi Duta Wisata juga menjadi kebanggaan tersendiri yang juga dirasakan oleh keluarga Tito, terutama ibunya.

Membagi waktu mengemban tugas sebagai duta wisata sekaligus pelajar tentu bukanlah hal yang mudah. tanggung jawab sebagai duta yang membawanya hingga ke luar kota bahkan luar negeri tentu akan membuatnya tidak bisa mengikuti proses pembelajaran sebagaimana mestinya.

Hal ini bukan dijadikan alasan untuk Tito tidak bisa memaksimalkan keduanya. Bagi Tito, mengatur waktu dengan sebijaksana mungkin dan mengutamakan prioritas menjadi dasar untuk tetap menjaga kedua tugasnya sebagai pelajar dan duta wisata dapat berjalan berdampingan.

Tito Marcelino, duta wisata bukittingi
Tito Marcelino, duta wisata Bukittinggi, sedang menjelaskan potensi wisata kotanya kepada warga Singapura

Di samping itu, Tito juga mengambil jam tambahan belajar apabila ada materi yang belum ia dapatkan. Tito menyadari kerjakeras dan tekad yang kuat tidak cukup untuk membuatnya sukses, tetapi butuh konsistensi dalam menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Antara mengenalkan Bukittinggi dan menjaga prestasi belajar.

Berbagi pengalamannya saat bertugas menjadi duta wisata, Tito pernah sampai ke negeri jiran, negara yang masih serumpun dengan Indonesia. Di Malaysia, selama beberapa hari Tito mempromosikan tempat-tempat wisata di Bukittingi. Menjadi kebanggan tersendiri bagi diri Tito bisa mengenalkan Kota kebanggaannya hingga luar negeri.

Pada saat mempromosikan Bukittinggi, Tito mengeluhkan bahwa ternyata sebagian besar masyarakat Malaysia lebih mengenal Padang saat ia mendengar Sumatera Barat. Dirinya sudah berkali-kali menegaskan bahwa penduduk Sumatera ialah orang Minang, bukan orang Padang. Padang ialah ibu kota Sumatera Barat. Dan saat Tito menceritakan tentang Bukittinggi, masyarakat lebih banyak mengenal Jam Gadang daripada Kota Bukittinggi itu sendiri.

Di sinilah tugas Tito untuk mengenalkan tempat wisata dan budaya lainnya yang juga ada di Kota Bukittinggi. Dan Tito juga berharap generasi muda saat ini juga memiliki ketertarikan yang tinggi untuk lebih mengenal potensi wisata dan memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia.

Sumber: Hai-Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *