Home > Publication > Bunda, Surga yang Terlupa…

Bunda, Surga yang Terlupa…

oleh: Sarah Hajar Mahmudah*

Adalah waktu yang  meracunimu

dan jarak yang telanjang kian merayu

Kau kini begitu gagah menantang abad millennium

Menengok sudut-sudut dunia dari buku-buku, kampus,

televisi dan kehidupan yang sangat berbau gengsi

 

Dengan takdzim kau  pamit dalam pengembaraan

menembus cakrawala

meninggalkan bunda, surga

yang menghidupimu dari saripatinya

Hingga kau tumbuh menjadi

ekonom-ekonom, astronot, peneliti, teknisi

dan orang besar di negeri asing

 

“Hutan, gunung, sawah, lautan simpanan kekayaan

Kini Ibu sedang lara, merintih dan berdoa.”

Bunda pertiwi mengerang pilu

tercabik hatinya, terkoyak jiwanya, diperah saripatinya

Menanti janji bakti putra-putrinya

 

dan dalam hening Bunda terus merayu

memintal rindu pada putra-putri

yang kian dewasa

 

“Ibu kami tetap cinta, putramu  yang setia.”

:Wahai putra-putri bangsa, kembalilah ke palung kerinduan Bunda

 

*Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta

Penulis Lepas MataAir Foundation