Home > News > Angelina Jolie: Islam Adalah Agama yang Indah, Amerika Harus Menerima Pengungsi Muslim

Angelina Jolie: Islam Adalah Agama yang Indah, Amerika Harus Menerima Pengungsi Muslim

Jakarta, MataAir.tv-Pernyataan tersebut disampaikan oleh Angelina Jolie dalam sebuah dialog Interfaith di Virginia, Senin 10/10/2016

Bersama sekertaris negara, Jhon Kerry, Artis Holywood yang menjadi duta pengungsi PBB menyatakan pernyataan tersebut untuk mendorong diterimanya ratusan ribu pengungsi muslim di Amerika. Menurutnya menerima pengungsi muslim tidak bertentangan dengan nilai-nilai Amerika.

Menerima pengungsi muslim merupakan aktualisasi nilai-nilai Amerika. Ungkapnya dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) yang merupakan asosiasi masyarakat muslim Amerika Utara (ISNA).

“Ini adalah kewajiban kita sebagai warga Amerika untuk membuat bangsa kita menyambut mereka yang melarikan diri dari penderitaan,” kata Jolie. “Pergi dari rumah bukan pilihan mereka, tetapi karena terpaksa untuk kelangsungan hidup mereka. Sebuah bangsa Amerika yang besar adalah Amerika yang memiliki belas kasih.”

Keanekaragaman akan memperkuat Amerika, ungkap Jolie.

“Kita berada di posisi terkuat kita, ketika kita menerima keberagaman dimana orang-orang menemukan kesatuan berdasarkan nilai-nilai bersama dan identitas kita yang lebih besar,” kata Jolie. “Kami tidak bisa terlepas dari keberagaman kita, kita kuat karena itu.”

Mengidentikkan Islam sebagai “ekstremisme kekerasan,” Jolie menggunakan frase samar-samar yang diciptakan oleh Administrasi Obama untuk tujuan menyangkal dimensi ideologi dan fenomena agama.

Tanpa tegas mengidentifikasi Islam, Jolie mengecam upaya untuk “menstigmatisasi agama yang indah.”

“Tidak ada yang berhak merendahkan siapa pun atas dasar jenis kelamin, agama, kebangsaan,” kata Jolie, secara tidak langsung mengkritik usulan Donald Trump tentang memblokir masuknya sebagian besar imigran, pengungsi dan pengunjung Muslim.

“Ketika kita merendahkan iman, tradisi, dan budaya dari setiap kelompok, kita melemahkan kekuatan kita sebagai masyarakat demokratis,” Jolie memperingatkan.

Jolie menerima tepuk tangan ketika mengulang pernyataan Presiden Barack Obama tahun 2012 sebelum Sidang Umum PBB: “Masa depan seharusnya bukan milik orang-orang yang memfitnah nabi umat Islam”

Sumber: The Daily Wire