Home > Recent Post > Terima Kasih Banser (Surat Peserta BPUN Lampung 2017)

Terima Kasih Banser (Surat Peserta BPUN Lampung 2017)

Oleh Adri Latif dan Gilang Restu Pauzi
Peserta BPUN Lampung 2017

Mataair.tv,Pringsewu–Terima kasih Banser. Kalimat tersebut patut penulis sampaikan. Di antara keramaian dan kesibukan Kabupaten Pringsewu, kami peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2017 yang diselenggarakan Satkorwil Banser Lampung diajak mengenal dan menegaskan keberagaman oleh aktivis Gusdurian Lampung Gatot Arifianto.

Kami diajak mendatangi Rumah Singgah Wisma Damai di jalan Kesehatan No.14 Gang Makam Biara Pringsewu-Lampung yang bersiap menggelar Bakti Sosial Penyembuhan Alternatif Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI).

Kehadiran kami bersama Koordinator Pelaksana BPUN Lampung 2017 M Nurhidayat Rosihun, Rabu (10/5) disambut hangat oleh Suster Chatarina dari JPIC FSGM.

Acara tersebut dihelat sebagai ajang silaturahmi antarumat beragama yang dilaksanakan oleh pihak-pihak yang berbeda keyakinan.

Kami dan peserta BPUN Lampung 2017 memanfaatkan momen tersebut berpose bersama Suster Chatarina dan sejumlah suster lain. Tak ada perbincangan mengenai agama. Hanya pelayanan bagi masyarakat membutuhkan kesembuhan atas penyakitnya.

Kehadiran kami bersama Gatot yang juga Manager BPUN Lampung 2017 disambut warga dengan sangat antusias. Mulai dari anak-anak, remaja,sampai dewasa bahkan yang sudah lanjut usia pun turut serta dalam acara tersebut.

Mereka  datang dengan berbagai keluhan, mulai dari gatal-gatal, sakit tenggorokan, nyeri, sakit di bagian ulu hati, pusing, rematik, dan bermacam penyakit lainnya.

Maria Astuti (65), misalnya, mengaku menderita sakit ulu hati serta rematik sejak beberapa bulan yang lalu sehingga susah untuk berjalan. Berbagai pengobatan telah dilakukan oleh warga Pringsewu itu, termasuk pengobatan secara medis. Namum belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Akhirnya ia tertarik untuk mengikuti terapi ATSGI.

“Setelah melakukan terapi, saya merasakan ada perbedaan pada tubuh saya. Yang sebelumnya susah berjalan kini sudah mulai enakan, sakit pada ulu hati saya pun tidak terasa lagi,” ujar Astuti.

Dengan tekad dan kemauan yang kuat untuk sembuh dari penyakitnya. Masyarakat silih berganti mengadukan penyakitnya pada Gatot yang merupakan master atau kamituo ATSGI.

“Saya menderita gatal-gatal dan pusing sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Puji Astuti (50) yang berasal dari Pringombo, Pringsewu Timur.

Puji baru pertama kali mengikuti terapi itu. Namun walau sekali mengikuti terapi ATSGI, Puji mengaku merasakan manfaatnya. Gatal-gatal dan pusing yang ia derita mulai hilang.

Acara bakti sosial itu terpantau sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama yang berasal dari kalangan  ekonomi kelas menengah ke bawah karena dilakukan tanpa memungut biaya dari para masyarakat alias gratis.

Mewakili Satkorwil Banser Lampung selaku penyelenggara BPUN 2017, Gatot mengajak peserta BPUN merasakan kebahagiaan dengan berbagi kebahagiaan pada orang lain.

Kami Adri Latif dan Gilang  Pauzi sebagai penulis, beruntung mengikuti BPUN 2017, bimbingan belajar murah berkualitas. Dengan membayar Rp300 ribu, kami menerima materi akademik, wawasan kebangsaan hingga Islam Rahmatan​ Lil Alamin, motivasi, makan dan minum selama karantina tiga minggu, tempat tidur, modul dan pengajar yang selalu mendampingi kami belajar.

Ini catatan kecil kami mengenai Banser yang “tidak masuk akal”. Darimana mereka yang sering dituding menjaga gereja demi sebungkus rokok dan nasi bungkus mendapatkan keuntungan dari nominal sejumlah itu?

“Kami hanya berupaya menjadi jembatan.  Ditengok atau tidak setelah kalian melewatinya, bukan persoalan bagi kami dan pihak-pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

Sudah ada malaikat yang mencatatnya.  Itu kenapa dalam tiga tahun terakhir ini kami bersikeras menggelar program filantropi edukasi BPUN,” ujar Gatot yang merupakan Asinfokom Satkorwil Banser Lampung, suatu malam di Pesantren Al Wustho asuhan KH Ahmad Nasihin di Pringsewu yang menjadi tempat penyelenggaraan BPUN 2017 saat memotivasi kami.

Terima kasih Banser untuk karya nyatanya bagi anak-anak negeri. Kalian telah menjadi jembatan untuk kami melangkah setapak lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *