Home > Publication > Feature > Melalui Kebijakan Hingga Fasilitas, Pemerintah Rusia Semakin Mengakui Eksistensi Muslim

Melalui Kebijakan Hingga Fasilitas, Pemerintah Rusia Semakin Mengakui Eksistensi Muslim

MataAir.tv, Jakarta- Ada sekitar 20 muslim adat di Rusia. Dari total penduduk 140 juta, 15% diantaranya adalah pemeluk Islam. Fakta ini sekaligus menempatkan Islam sebagai agama terbesar kedua yang dipeluk di Rusia. Berbeda dengan negara-negara dimana Islam menjadi minoritas karena datang dibawa oleh pedagang atau turis, di Rusia pemeluk Islam adalah penduduk asli tempat merea tinggal. Tak hanya itu, jika di negara-negara Islam sebagai minoritas masih sering terjadi tindakan rasis dan intoleran, muslim di Rusia dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lain. Bahkan sejak Olimpiade Beijing 2008 dimana Rusia berhasil menyabet 23 emas, 10 diantaranya disumbang dari atlet muslim.

Mayoritas muslim di Rusia tinggal di Kawasan Vogal-Ural dan Kaukus Utara. Begitu juga di kota-kota besar seperti Moskow dan Saint-Peterburg jumlah muslim sangat signifikan. Islam pertama kali masuk ke Rusia melalui Dagestan di awal Abad ke-7 lalu menyebar ke arah Kaukus Utara. Pada tahun 641 M dibawa pimpinan Abdurahman Bin Rabiah penyebawan Islam hingga mencapai Kaukus Selatan.

Muslim Rusia Hari Ini

The number of Muslims in Russia continues to grow, due to natural increases, especially among the peoples of the Northern Caucasus. Source: Ramil Sitdikov / RIA Novosti

Banyak sekali instrumen yang memperlihatkan perkembangan Islam di Rusia hari ini. Pertama, Dalam 20 tahun terakhir setidaknya telah terbangun 8.000 Masjid di Rusia. Menurut media Rusia RBTH bahkan tidak lama lagi di pusat kota Moskow akan segera dibangun masjid Besar ke Limanya. Dalam Wawancaranya Wakil Pertama Ketua Mufti Rusia, Rushan Abyasov, mengatakan pihaknya sedang terus melakukan komuniasi dengan pemerintah Moskow terkait alokasi tempat yang nantinya akan didirikan Masjid Agung.

Kedua, masih menurut sumber yang sama, Rusia menjadi negara dengan ongkos naik haji termurah di dunia. Setidaknya tidak lebih dari USD 2000 muslim Rusia dapat melaksanakan haji.

Alhamdulillah, meskipun di sana cuacanya sangat panas, semua sudah kembali. Tahun ini, ada sekitar 16.200 jemaah asal Rusia yang dapat menjalankan ibadah haji — dari kuota yang berjumlah 16.400 jemaah. Mereka berasal dari 60 daerah. Biaya keberangkat haji dari Rusia tergolong yang paling murah, yaitu sekitar 1.800 – 1.900 dolar AS (sekitar 23 – 24 juta rupiah), dan secara keseluruhan, masyarakat muslim kami tentu senang,” kata Abbyasov yang diutip oleh Rbth.

Abbyasov juga menekankan bahwa Republik Krimea memecahkan rekor untuk jumlah jemaah yang tahun ini mencapai 364 orang. Kepala Komite Negara untuk Hubungan Internasional dan Deportasi Warga Zaur Smirnov mengungkapkan bahwa ketika Krimea masih menjadi bagian dari Ukraina, hanya orang-orang dengan penghasilan tinggi saja yang bisa berangkat haji.

Ketiga, Rusia segera luncurkan Perbangkan Syariah. Dengan pupolasi muslim yang terus bertambah Rusia mengirimkan 3 Bank untuk mengikuti Konferensi Perbankan Syariah di Bahrain awal bulan lalu. Bank Vnesheconombank, Sberbank, dan Tatfondbank menjadi wakil Rusia seperti yang dikutip Realnoevremya.com.

Bahkan Para pejabat kunci bank Rusia akan berpartisipasi dalam Konferensi Perbankan Syariah Dunia ke-23 di Bahrain yang berlangsung pada 5 – 7 Desember 2016, tulis media Gulf Times. Konferensi tersebut merupakan acara keuangan syariah paling signifikan di dunia.

Keempat, Regulasi perlindungan hak muslim. Di Negara Chechnya bahkan saat ini para muslimah yang bekerja di instansi pemerintah diwajibkan menggunakan kerudung saat bekerja. “Kini setiap perempuan muslim harus mengenakan jilbab ketika bekerja, termasuk menutup bagian kening serta mengenakan kain kerudung yang lebar agar rambutnya tak terlihat. Sebelumnya, kerudung sederhana dan penutup kepala biasa diperbolehkan dan dinilai cukup, tapi kini perempuan hanya diperbolehkan mengenakan hijab yang menutup aurat secara rapat. Peraturan ini berlaku bagi semua perempuan yang bekerja di instansi pemerintahan serta organisasi nirlaba,” lansir media Islam.ru mengutip pernyataan salah seorang perempuan yang bekerja di instansi pemerintah Chechnya.

Sang narasumber pun mengaku bahwa beberapa teman perempuannya yang bekerja di sejumlah organisasi nirlaba bahkan sudah diperingatkan untuk mengenakan hijab. “Jika menolak, mereka dilarang bekerja,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *