Home > Publication > Feature > Intip Puasa di Negara Ini, Dijamin Bikin Kamu Makin Semangat!

Intip Puasa di Negara Ini, Dijamin Bikin Kamu Makin Semangat!

Puasa merupakan kewajiban yang harus dijalankan semua muslim di seluruh dunia, di manapun ia berada. Di Indonesia, kita menjalankan puasa dengan keadaan yang cenderung tidak sulit karena cuaca cukup stabil dan jam puasa yang cukup ideal yakni sekitar 14 jam.

Namun, bagaimana situasi teman-teman kita yang berpuasa di negara empat musim? Bener ngga, sih puasa mereka lebih panjang dari kita? Yuk cek!

Puasa di Eropa 23 jam!

 

1200x630-231290-fasting-for-longer-the-challenge-o-71cbef37b12f179072201f1da2ac255d.jpg

 

Kenapa menantang? Pada dasarnya, Eropa adalah wilayah yang mataharinya tidak benar-benar terbenam. Tentu saja, semakin lama matahari tak kunjung terbenam, semakin lama juga puasa yang harus mereka lakukan per harinya. Bahkan, di wilayah seperti Finlandia Utara, matahari hanya terbenam sekitar 55 menit! Keluarga muslim di sana mengatakan puasa dimulai sejak pukul 1:35 hingga 00:48. Jadi, hampir 23 jam mereka puasa! Lama banget ya..

Namun, untuk di daerah sekitar United Kingdom, mereka menjalankan puasa cukup dengan 16 jam, jauh lebih cepat daripada di Finlandia Utara. Meski lebih lama dari Indonesia, muslim di Eropa masih menjalankan ibadah puasanya dengan baik, loh.

Buka puasa di Amerika pukul 21.00.

 

Muslim di Amerika biasanya berpuasa bertepatan dengan musim panas. Saat musim panas, matahari terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat. Sehingga puasa di Amerika Serikat menjadi lebih lama dalam perhitungan jam bisa sampai 17 jam loh!

Maghrib di sana kira-kira berkumandang pukul 21.00 dan isya pukul 23.00. Sehingga, tak sedikit dari mereka yang melaksanakan tarawih dalam kondisi sangat mengantuk. Makanya, yang di Indonesia jangan lupa jalankan sholat tarawih ya!

Muslim berpuasa yang bekerja di Jepang boleh pulang lebih cepat.

 

Mayoritas negara-negara di timur memiliki durasi puasa yang lebih sedikit dibanding di Eropa dan Amerika. Contohnya seperti di Jepang, yang baru bisa berbuka sekitar pukul 18.59 dan 19.31 di Fukuoka. Meski memiliki warga muslim yang lebih sedikit, orang-orang Jepang sangat menghargai yang berpuasa. Misalnya dengan memperbolehkan karyawan yang berpuasa terlebih dahulu, mengingat bahwa bekerja dan bersekolah di Jepang memerlukan waktu sibuk seharian.

Negara yang mataharinya tak pernah terbenam, bagaimana puasanya?

 

Letak geografis Kota Tromso, terletak di jantung wilayah utara Norwegia, dikelilingi pegunungan yang tertutup salju sehingga matahari tidak terlihat terbenam meski tengah malam. Karena tak mungkin berpuasa 24 jam, warga muslim Tromso menyepakati pendapat ulama tentang waktu berpuasa. Mereka mengikuti waktu matahari terbit di Mekkah, Arab Saudi, yakni pada pukul 05.00 dan berbuka pada 19.07 saat matahari terbenam. Alhasil, warga Tromso berbuka puasa dengan melihat matahari yang masih terik bersinar di negaranya.

Terus kita yang puasa di Indonesia gimana, nih?

Nah, Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia tentunya tidak mau kalah menyambut bulan Ramadan. Suasana Ramadan sangat terasa setiap saat. Saat siang hari, warung makanan atau restoran ditutup tirai untuk menghormati yang berpuasa; sore hari sejak pukul 16.00 mulai, penjual makanan menjamur di pinggir jalan; restoran penuh dengan orang-orang yang buka bersama; masjid tak pernah sepi dengan orang-orang yang beribadah; hingga semarak ramainya sahur on the road.

Nah, nggak ada alasan lagi kan buat malas-malasan puasa Ramadan? Semoga puasanya berkah ya.

Sumber: IDNTimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *