Home > News > Anak Pedagang Es Tebu Berhasil Kuliah di UGM Tanpa Biaya

Anak Pedagang Es Tebu Berhasil Kuliah di UGM Tanpa Biaya

YOGYAKARTA – Semangat untuk memperoleh pendidikan membuat seorang gadis bernama Ridha Wahyuningtias berani mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Awalnya, langkah yang ditempuhnya membuat kekhawatiran tersendiri dalam benak orang tuanya yang merasa tak sanggup membayar biaya kuliah. Namun, tidak disangka, ia ternyata berhasil diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran UGM tanpa harus membayar biaya kuliah.

Bagi Tias, begitu ia biasa dipanggil, belajar ilmu kesehatan memang sudah menjadi impiannya. Ketika duduk di bangku sekolah, ia aktif mengikuti kegiatan pramuka, dan banyak terlibat dalam penanganan keadaan medis darurat.

“Dari dulu sering ikut kegiatan pramuka, sempat belajar tentang pertolongan medis juga, lalu jadi tertarik dengan ilmu kesehatan dan ingin jadi perawat,” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini, seperti dikutip dari KRjogja, Selasa (26/7/2016).

Sebelum mendaftar untuk Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, ia sempat mencari tahu perguruan tinggi yang memiliki program studi yang berkualitas di bidang kesehatan, dan pilihannya pun jatuh pada UGM.

Namun, saat itu, ia belum berani membayangkan akan berkuliah di UGM, karena ia tahu bahwa keadaan ekonomi keluarganya sangat terbatas dan orang tuanya tidak akan mampu membiayai kuliahnya di UGM, hingga salah satu guru di sekolahnya memberi informasi tentang adanya beasiswa.

“Katanya disuruh daftar saja dulu, kalau untuk masalah biaya ada banyak jalan. Bisa cari beasiswa untuk kuliahnya,” ujarnya.

Ketika memutuskan untuk mendaftar, ia memang sengaja tidak langsung memberitahukan hal tersebut kepada kedua orang tuanya, karena ia takut orang tuanya akan melarang.

Kedua kakaknya yang melanjutkan pendidikan tinggi di Pontianak, sebelumnya memang sempat diterima di beberapa perguruan tinggi bergengsi di Pulau Jawa. Namun, kedua orang tua mereka tidak merestui mereka untuk merantau ke luar kota.

“Saya hanya khawatir, kalau kuliah jauh-jauh, nanti bayar kuliahnya gimana, biaya hidup gimana, mereka tinggal di mana, kalau kos pasti banyak mengeluarkan biaya. Jadi saya bilang kuliahnya di sini aja, biar tidak susah, tinggal mencari cara untuk membantu biaya kuliah,” ucap Sri Rosmiati.

(fds)